KarirSMK.com - Perbincangan mengenai besaran gaji buruh pabrik kembali menjadi perhatian masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan hidup dan biaya sehari-hari.
Pekerjaan sebagai buruh pabrik sendiri masih menjadi salah satu sektor utama yang menopang ekonomi banyak keluarga di Indonesia.
Perbandingan penghasilan pekerja manufaktur di beberapa negara pun mulai ramai dibahas, termasuk selisih upah antara Indonesia dan Jepang.Banyak masyarakat penasaran mengenai seberapa besar perbedaan pendapatan buruh di kedua negara tersebut.
Berdasarkan data nasional yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata gaji buruh pabrik di Indonesia berada pada kisaran Rp2,9 juta setiap bulan.
Baca juga: Lowongan Kerja PT Puyo Indonesia Kreasi Terbaru 2026
Nilai tersebut merupakan rata-rata pendapatan pekerja manufaktur secara nasional dari berbagai wilayah industri.
Sementara itu, pekerja laki-laki di sektor pabrik diketahui memiliki rata-rata pendapatan sekitar Rp3,1 juta per bulan.
Sedangkan pekerja perempuan memperoleh rata-rata gaji sekitar Rp2,4 juta setiap bulan, tergantung wilayah dan jenis industri tempat bekerja.
Jika dibandingkan dengan Jepang, nominal upah buruh pabrik memiliki selisih yang cukup jauh.
Berdasarkan berbagai sumber ketenagakerjaan internasional, rata-rata upah pekerja pabrik di Jepang berada di kisaran Rp89 ribu hingga Rp113 ribu per jam.
Apabila dihitung menggunakan rata-rata jam kerja bulanan seperti pekerja di Indonesia, maka total pendapatan buruh pabrik di Jepang dapat mencapai sekitar Rp19 juta setiap bulan.
Angka tersebut tentu jauh lebih tinggi dibanding rata-rata gaji pekerja pabrik di Indonesia saat ini.
Perbedaan pendapatan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari tingkat ekonomi negara, biaya hidup, produktivitas industri, hingga kebijakan ketenagakerjaan masing-masing negara.
Baca juga: PT Mayora Indah Tbk Buka Lowongan Kerja untuk SMA SMK di Tangerang
Jepang sendiri dikenal memiliki standar industri tinggi dengan sistem kerja yang disiplin serta teknologi manufaktur modern.
Meski demikian, sektor industri di Indonesia masih terus berkembang dan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di berbagai daerah.
Banyak perusahaan manufaktur nasional maupun asing terus membuka lapangan pekerjaan baru untuk lulusan SMA, SMK, hingga perguruan tinggi.
Dengan berkembangnya kawasan industri dan investasi asing, peluang peningkatan kesejahteraan pekerja di Indonesia juga diharapkan terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun mendatang.
